Sorot
BAGIAN: 
SOROT 76

Miliuner Muda dari Warakas

Pegawai Pajak golongan sedang, Gayus Tambunan, mendadak kaya raya. Duit dari mana?

Jum'at, 26 Maret 2010, 19:50 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan, Fadila Fikriani Armadita, Bayu Galih
Rumah Gayus Tambunan, Kelapa Gading, Jakarta Utara (VIVAnews/Bayu Galih)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Warna tembok sudah memudar. Plafon jebol, kusen lapuk, dan kaca jendela kotor penuh debu. Di dalam rumah hanya terlihat seonggok perabotan tua, juga sekumpulan kursi lusuh. Sebuah stiker 'Program Diploma Pajak STAN Jakarta' menempel di pintu triplek yang sudah terkelupas.

Rumah kecil itu benar-benar tidak terurus. Kosong melompong tanpa penghuni. Berhimpit dengan rumah lain di sebuah gang sempit di Jl Warakas, Papanggo di Tanjung Priok. Kawasan ini dikenal sebagai  kampung padat penduduk di Jakarta Utara.

Dari sinilah riwayat pemuda kontroversial itu bermula. Gayus Halomoan P. Tambunan. Sosok  yang melesat dua pekan terakhir dan  menggemparkan jagat Indonesia. Layar televisi, halaman koran, portal berita, stasiun radio hingga jejaring gaul facebook dan twitter saban hari mewartakan si Gayus ini.

Dan semuanya berita buruk. Pria berusia 30 ini disebut Markus (makelar kasus) pajak. Duit direkening Gayus, tambun benar untuk pegawai kecil seperti dia. Jumlahnya Rp 25 miiar. Kasus ini kian panas lantaran diduga melibatkan sejumlah jenderal polisi.

Dan para juru warta tidak hanya berburu soal asal duit itu. Tapi juga berburu riwayat hidupnya. Keluar masuk di rumah kusam di Warakas dan juga rumah-rumah mewah yang dibelinya dikemudian hari.

Rumah tua yang nyaris hancur itu dibeli orangtuanya  tahun 1970-an. Gayus menghabiskan masa kecilnya di sini. Menurut Ketua RT setempat, Amir Suhadi, Gayus dikenal sebagai anak pintar dan tidak pernah berulah. "Dia akrab dengan tetangga. Tapi tidak mabuk, bahkan merokok pun tidak," kata Amir.

Gayus juga dikenal berotak encer. Lantaran kepintarannya itulah, dia dengan mudah lulus seleksi ketat Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Ini sekolah favorit bagi anak-anak muda yang ingin berkarir di Departemen Keuangan. Anak kedua dari lima bersaudara ini lulus tahun 2000.

Seperti sebagian dari rekannya, lulus dari STAN Gayus bekerja di kantor Pajak. Dia ditempatkan di kantor pajak Balikpapan hingga 2003. Setelah itu, dia kembali ditugaskan di kantor pusat Ditjen Pajak di Jakarta. Dia menapak dari bawah. Memulai dari bagian Pajak Penghasilan (Pph) kemudian bergeser ke bagian Penelaah Keberatan, serta bagian Banding Ditjen Pajak.

Menurut Direktur Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur, Bambang Basuki, sesungguhnya Gayus semula dikenal sebagai pegawai yang tegas dalam menangani para wajib pajak. "Saat Gayus bertugas di bagian keberatan, dari 17 keberatan sebanyak 15 ditolaknya," kata Bambang, Jumat 26 Maret 2010.

Prestasi itu mulai buram saat dia ditugaskan di bagian banding pertengahan 2007.  Gayus yang tangguh terlihat mulai lembek melawan wajib pajak. “Dari 51 kasus keberatan, sebanyak 40 kasus, Ditjen Pajak kalah," kata Bambang.

Semula tak ada kecurigaan dari Ditjen Pajak atas melemahnya prestasi itu. Kecurigaan mulai mencuat setelah ada laporan dari mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang mengungkap 23 rekening Gayus sebesar Rp 25 miliar.

Jumlah rekening ini tentu menerbitkan sak wasangka lantaran gajinya sebagai pegawai pajak hanya Rp 12 juta. Gayus pun diduga bermain mata dengan wajib pajak.  Dugaan itu kian kuat setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan bahwa uang di rekening Gayus berasal dari sejumlah perusahaan wajib pajak.

Sejak itulah kekayaan Gayus Tambunan dan juga harta kekayaannya mulai gencar disorot. Dari penelusuran VIVAnews, Gayus memang bukan lagi sosok yang sederhana dari Warakas. Bersama istrinya, Milana Anggraieni dan tiga anaknya, Gayus kini sudah menjadi warga di kawasan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia rupanya telah menjelma menjadi seorang miliuner. Di perumahan mewah itu, keluarga Gayus menetap di Taman Puspa III, Blok ZE Nomor 1, Gading Park View di Jl Boulevard Timur. Ini adalah sebuah perumahan cluster dengan konsep "Yang Lebih Baik Bagi Kehidupan".

Fasilitasnya cukup banyak, mulai dari kolam renang, lapangan tenis, hingga jogging track. Pengamanan perumahan sangat ketat. Tamu perumahan harus menitipkan kartu tanda pengenal. Bahkan untuk menengok rumah Gayus pada Rabu, 23 Maret 2010, VIVAnews harus ditemani seorang satpam.

Dari pengamatan VIVAnews, rumah Gayus bergaya minimalis namun cantik dan terkesan mewah. Bangunan tiga lantai dengan eksterior bernuansa merah muda ini terletak di sudut jalan,  sehingga lebih lapang.

Di taman belakang rumah, terdapat kolam ikan, taman bermain hingga Gazebo yang berisi TV layar lebar. Sebuah Mobil Ford Everest berwarna hitam terlihat terparkir di luar pagar. Harga rumah itu sekitar Rp 3 miliar.

Tak hanya rumah 'wah', Gayus rupanya juga punya sebuah apartemen mewah di Cempaka Mas berharga ratusan juta. Apartemen itu kini dihuni kedua adiknya. "Kamarnya mewah dan indah. Semuanya ada," ujar seorang warga Warakas yang pernah diajak adik Gayus ke apartemen tersebut.

Sejumlah saksi malah mengungkapkan Gayus bukan sekedar memiliki rumah mewah. Namun, Gayus sering gonta-ganti mobil mahal, mulai dari Ford Everest, Mercy, BMW, Toyota Alphard, Innova dan Honda Jazz. Seorang satpam Ditjen Pajak menyebutkan Gayus kerap menggunakan Honda Jazz jika ke kantor.

Kesaksian Gayus punya sejumlah mobil mewah juga terungkap dari seorang karyawan DPRD DKI Jakarta, tempat istri Gayus bekerja. Menurut dia, saat ke kantor, Milana kerap gonta ganti mobil. "Milana biasanya diantar sopir pakai Mercy atau Ford Everest," kata staf DPRD yang enggan disebutkan namanya ini.

Gayus mengklaim bahwa duit Rp 25 miliar di rekeningnya adalah milik Andi Kosasih, rekannya yang menjadi pengusaha di Batam. Namun, belakangan Andi terbukti berbohong dan menyerahkan diri ke polisi. Andi mendapatkan jatah Rp 1 miliar untuk pengakuan bohongnya tersebut.

Di saat Andi menyerahkan diri, Gayus malah menghilang. Padahal, dia bukan  saja membuat marah besar Menteri Keuangan Sri Mulyani, tetapi juga membuat sakit hati Dirjen Pajak Tjiptardjo. Citra institusi Pajak rusak gara-gara ulah pegawai yang baru 10 tahun berkarir di pemerintah tersebut.

"Ini memalukan. Reformasi yang sudah dicanangkan empat tahun lalu menjadi berantakan,” ujar Tjiptardjo.

Karenanya, dia akan mengejar Gayus yang telah kabur ke Singapura sejak Rabu malam, 24 Maret. Namun, Tjiptardjo yakin dia akan kembali. “Teorinya orang Indonesia, apalagi orang kecil kayak dia, mana bisa tinggal lama di luar. Kalau uangnya habis di sana, apa dia tidak pulang," kata Pak Dirjen.

Sebaiknya memang kasus Gayus ini menjadi pintu masuk membereskan semua aparat pajak.  Rekening tambun, Gayus Tambunan yang bergolongan IIIA ini harus diusut tuntas. Jika tidak --seperti semboyan direktorat pajak, "Apa kata dunia."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
zig leandro
30/03/2010
sandra ortu dan mertuanya,hukum seberatberatnya dia beserta kluarga besarnya biar orang lain melihat akan kapok untuk korupsi,ancaman hukuman gantung di monas,bikin rusak mental orang muda
Balas   • Laporkan
wong cilik
29/03/2010
baj... tenan kowe,korupsi ora tanggung, mau dibawa kemana hartamu? neraka jahanam....
Balas   • Laporkan
bang roymond
29/03/2010
Horasss.. Gayus.. emang kau. .. tdk percuma .. bawa uang negara.. 25 Miliar.. apa kau tak ingat.. ma saudara-saudaramu sekampung... cari duit.. di jakarta susah kali.. harus.. berebut.. nyupir angkot metro mini.. sampai badan bau terasi.. eh. .kau enak sa
Balas   • Laporkan
arno
29/03/2010
untuk gayus gayus yang belum tertangkap sadarlah kalian karena harta tidak akan dibawa mati.
Balas   • Laporkan
lawan gayus
29/03/2010
Ah, Gayus...akhirnya kau menjatuhkan sendiri instansimu..instansi yang selalu ngubyak-ngubyak WNI buat bayar pajak dengan semboyan, "Apa kata dunia-nya..". Instansimu ngubyak-ngubyak orang buat NPWP, sekarang, gara-gara kamu, stempel miring tentang pajak
Balas   • Laporkan
V1CKY
29/03/2010
Gayuss.... Gayusss.... Mbok mikir uripe wong cilik, Wong yo Sampeyan Jg pernah dadi Wong cilik...
Balas   • Laporkan
abdi negara
28/03/2010
bah macam edy tanzil saja kau gayus.....kau bawa uang negara....kau pergi kesingapura....kau bawa saja hartamu keneraka......negara sedang krisis....hukuman mati bisa menunggumu jika kau tertangkap
Balas   • Laporkan
abdi negara
28/03/2010
Bah macam edy tanzil saja kau gayus......kau keruk duit negara.....kau lari kesingapura.............kau bawa saja hartamu keneraka........negara sdg dalam krisis.....hukuman mati bisa menunggumu jika kau tertangkap
Balas   • Laporkan
banggayus
27/03/2010
tangkap aja ortu, adiknya, ato kelurganya yg lain, bang poli...jadikan sandera/jaminan..nanti kan pulang jg dia.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ